Mindset yang Wajib Dimiliki oleh Seorang Pengusaha

Ingin memperoleh penghasilan besar salah satu kuncinya harus keluar dari zona nyaman yakni dengan membangun sebuah usaha. Kalaupun sudah mendapat hasil yang maksimal dari usaha yang dijalankan, seorang pengusaha akan terus mencari ide untuk mendapat tantangan baru. Sikap “tidak pernah puas” walau bisnis pasang surut kian menambah pengalaman sebagai bahan pelajaran untuk dimasa depan. Tentu saja tak lepas dari pola pikir yang baik sebagai bagian utama dalam menentukan visi dan menjalankan misi dengan efektif.

Menjadi seorang pengusaha merupakan impian sebagian besar orang. Namun tidak sedikit pula yang hanya berandai-andai karena masih diselimuti oleh rasa takut untuk menerjuninya. Apalagi dengan semakin tingginya pesaing membuat harapan semakin goyah. Untuk menjadi pengusaha sukses dibutuhkan mental yang tangguh, berani akan resiko dan tidak takut mengambil keputusan. Selain itu, beberapa pola pikir di bawah ini juga juga wajib dimiliki:

Disiplin adalah gaya hidup bukan beban

Kedisiplinan memang harus ditanamkan dalam sebuah karir, baik itu bekerja sebagai pegawai di perusahaan maupun instansi terlebih bila membuka bisnis sendiri. Kedisiplinan memiliki kaitan erat dengan hasil dari pekerjaan yang dilakukan, dapat menyelesaikan tugas tepat waktu tanpa harus menjadi beban di hari esok atau bahkan lembur. Walaupun sudah menjadi bos bagi diri sendiri, namun disiplin merupakan gaya hidup yang dalam setiap harinya menjadi kebiasaan bukan beban karena takut akan surat peringatan dari atasan. Ini merupakan perbedaan yang sangat mencolok yang bisa dilihat, prinsip karyawan setia disiplin bukan kebiasaan nornal tetapi karena didorong oleh rasa takut dari perusahaan, sedangkan bila ingin berbisnis sikap disiplin harus diubah menjadi sebuah kebiasaan yang senantiasa dilakukan. Belajar memimpin diri sendiri untuk menerapkan kedisiplinan yang kuat adalah senjata untuk mencapai visi yang sudah ditentukan.

Hambatan merupakan sebuah tantangan

Dalam sebuah bisnis beragam hambatan kerap ditemukan, seperti semakin tingginya tingkat pesaing karena banyak bisnis pemula yang bermunculan atau juga sepinya pengunjung terhadap bisnis yang dijalankan. Bagi seorang pengusaha, hambatan adalah tantangan yang harus dihadapi dan sudah menjadi resiko dalam menjalankan sebuah bisnis. Kalau bekerja di perusahaan, hambatan yang demikian enteng-enteng saja dirasakan sehingga masih dapat bekerja dengan tenang, namun bila sudah bertekad ingin menjadi pemilik bisnis harus tahan terhadap hambatan yang ada dan sebisa mungkin mencari solusi serta ide untuk memecahkan masalah bila ingin bisnis bertahan dalam jangka panjang. Di sinilah “mental baja” harus dimiliki oleh calon pebisnis agar tidak mudah tumbang begitu saja melainkan berusaha bangkit dan meningkatkan omset.

Kegagalan bukan akhir dari segalanya

Menghabiskan jatah gagal adalah alasan mengapa berbisnis sebaiknya ditekuni sejak usia masih muda. Sebab kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, gagal bangkit lagi, jatuh coba lagi. Ketika bisnis di ujung tanduk bahkan gulung tikar, kerugian ini harus diterima dengan bijaksana. Mencari tahu penyebabnya untuk dijadikan sebagai pelajaran bagi perkembangan bisnis ke depannya. Tidak ada kata menyerah bagi seorang pengusaha karena pengalaman merupakan sebuah pelajaran yang berharga dan guru yang paling baik sehingga terus berusaha mencoba.

Pola pikir yang dimiliki oleh seorang karyawan sejati dan pengusaha sangat berbeda arah, dimana si pegawai cenderung memasrahkan nasibnya pada perusahaan sedangkan pengusaha berjuang sendiri untuk hasil yang lebih besar. Anyway, pilih jadi karyawan setiap atau pengusaha?

Leave a Reply